Kabarnya data-data pengguna di MegaUplod akad di hapus. Menurut kompas.com FBI menutup paksa dan menahan pemiliknya karena kasus pembajakan secara online. Di tambah lagi masalah akan di hapusnya data-data pengguna secara bertahap. Penghapusan ini karena Megauplod tidak membayar sewa ke penyedia layanan penyimpanan karena akun bank Megauplod di bekukan.
Langkah ini tentu sangan merugika pihak kurang lebih 50 juta jiwa. Kemungkinan berisi data-data pribadi berupa pekerjaan dan kenangan-kenangan mereka dalam format multimedia.
jutaan orang yang menyimpan jutaan lembar kerja mereka untuk menghasilkan uang terancam. Satu-10 orang terancam karena perbuatan pejabat pemrintah. Ini sungguh perbuatan keji, tidak etis dan barbar. "ujar Rothken"
Megauplod berpusat di Hongkong namun meiliki dua server di Virginia.








